Sabtu, 21 Februari 2009

Indikator Asam Basa Alami

Tahukah kamu?
Kondisi asam ataupun basa dari suatu bahan dapat diperkirakan dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus akan berubah warna bila mencapai tingkat keasamaan tertentu. Dengan melihat perubaha kertas lakmus, kita dapat memperkirakan tingkat keasamaan suatu bahan.
Daripada repot-repot cari atau beli kertas lakmus, sebetulnya kita dapat mempergunakan bahan-bahan di sekitar kita, yaitu tanaman hidup. Tentu saja tidak semua bagian tanaman kita pergunakan sebagai indikator pH. Kita hanya membutuhkan bagian-bagian tertenru saja, misalnya batang, bunga, atau daun. Bagian yang hendak kita pergunakan sebaiknya memiliki warna yang mencolok, sehingga perubahan warna yang terjadi dapat diamati dengan mundah. Jangan menggunakan warna-warna pastel (muda) ataupun warna putih!
Kali ini, teman-teman kita dari KIR SMABOY sub Kimia, pada hari Sabtu, 21 Februari 2009 (siang hari bolong di tengah guyuran air hujan), mencoba mencari tahu bahan-bahan apa saja yang dapat digunakan sebagai indikator pH.
Teman-teman kita ini menggunakan berbagai macam bunga dan daun. Ada mawar, bogenvil, adam hawa dll. Tiap-tiap bahan dihaluskan untuk diperoleh ekstraknya. Ekstrak dari masing-masing bahan dibagi tiga. Salah satu bagian diberi air jeruk, satu bagian yang lain ditetesi air kapur. Sisa satu bagian dibiarkan apa adanya. Amati perubahan warna pada ekstrak yang diberi tambahan air jeruk atau kapur.
Masing-masing sampel dioleskan menggunakan kuas cat air ke atas kertas karton untuk dibandingkan keadaan suatu bahan pada keadaan netral (tidak diberi apa-apa), asam (ditambah air jeruk), dan basa (air kapur). Jika eksperimennya benar, masing-masing ekstrak akan menampilkan warna-warna yang berbeda dan warna-warni. Cantik sekali.
Sayangnya percobaan kali ini menemui masalah, bahan yang digunakan sebagai larutan asam (air jeruk) seharusnya dibiarkan apa adanya. Akan tetapi tanpa sengaja tercampur dengan air, sehingga menjadi terlalu encer. Akibatnya, tidak muncul perbedaan yang signifikan antara ekstrak pada kondisi netral maupun kondisi asam. Hihihi.... (hiks, hiks... hiks....)
Karena itu, saya akan mencoba lagi untuk melakukan percobaan ini. Doakan saja semoga berhasil.... Kalau sudah berhasil, hasil karya saya akan saya tampilkan di blog ini. Doakan saya, ya..............

4 komentar:

  1. DUCH,,,
    GIMANASI... KURANG HATI2 CIE JDI GAGAL DECH////////
    O YACH,,
    PERUBAHAN WARNA KERTAS LAKMUS KALO DI MASUKIN KELARUTAN BASA, ASAN DAN BASA WARNANYA JADI APA CIE??????????
    JAWAB YACH CZ WAT PERAKTEK BESOK NICH.......

    BalasHapus
  2. pertanyaanny sm dgn yg d atas

    BalasHapus
  3. menarik...pke dioleskn ke karton,,,jd kayak cat air,,alami

    Sarankuw: Coba untuk larutan asamnya jangan pake air jeruk,,kan air jeruk sudah ada warnanya(kuning),,coba pake air cuka saja(asam, jernih tak berwarna). Jadi bisa jelas warnanya...

    BalasHapus
  4. oi contoh2 indikator alam, sepuluh aja apaan sii ?
    yang gampang dicari dilingkungan sekitar ! please butuh banget !

    BalasHapus